Bagaimana Asal Mula Pengguna Narkoba
Asal Mula Bhinneka Tunggal Ika
Mengutip dari buku Indonesiaku Bhinneka Tunggal Ika yang ditulis Isra Widya Ningsih, dkk. Kutipan frasa Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam Kakawin Sutasoma pada pupuh 139 bait 5, berikut bunyinya.
Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa
Bait tersebut menjelaskan Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Walaupun Buddha dan Siwa berbeda tetapi mereka dapat dikenali. Sebab kebenaran Siwa dan Buddha adalah tunggal. Berbeda tetapi tungga, sebab tidak ada kebenaran yang mendua.
Dari bait di Kitab Sutasoma itulah terlahirnya semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Jika diterjemahkan tiap kata, bhinneka artinya beraneka ragam, tunggal berarti satu dan ika berarti itu. Yang mencerminkan kebergaman, baik suku bangsa, agama, ras antargolongan.
Modal inilah terbentuknya satu persatuan dan kesatuan Indonesia.
Narkoba dalam Sejarah Kuno
Penggunaan narkoba tidaklah baru. Bahkan, zat-zat terlarang seperti opium telah digunakan ribuan tahun yang lalu. Sejarawan menemukan bukti penggunaan opium sejak 3400 SM di Mesir kuno dan Sumeria. Di Tiongkok kuno, opium juga digunakan untuk tujuan medis dan rekreasi.
ASAL USUL DAN SEJARAH BATU SIAM
Narkotika berasal dari tanaman yang menghasilkan zat yang bersifat menidurkan seperti candu, ganja, dan cocaine. Candu mengandung morfin dan heroin, ganja mengandung zat halusinogenik, sedangkan cocaine digunakan sebagai obat perangsang. Penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikis serta berbagai efek negatif lainnya bagi kesehatan.
Asal Mula Penyalahgunaan Zat Narkoba – Narkoba, sebuah topik yang selalu menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran di masyarakat. Tidak hanya sebagai masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai masalah sosial dan hukum yang serius. Untuk memahami bagaimana narkoba telah menjadi masalah global, penting untuk menjelajahi asal mula dan sejarah penggunaannya. Mari kita lihat jejak sejarah dari peredaran narkoba. Penyalahgunaan zat narkoba telah menjadi masalah yang meresahkan dalam masyarakat modern. Namun, sedikit yang mengetahui asal mula dari keberadaan zat-zat tersebut dan bagaimana penyalahgunaan tersebut mulai menyebar. Asal mula penyalahgunaan zat narkoba dapat ditelusuri kembali hingga zaman kuno, dimana penggunaannya awalnya digunakan untuk tujuan medis atau ritual.
Baca Juga : Pentingnya Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba
Sejak saat itu, penyalahgunaan zat narkoba terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, menimbulkan dampak negatif yang serius dalam masyarakat. Hal ini memicu perjuangan keras dari pihak berwenang dan organisasi internasional dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan zat narkoba.
Penyalahgunaan zat narkoba pertama kali tercatat dalam sejarah pada zaman Mesir kuno, dimana zat-zat seperti opium digunakan untuk keperluan medis dan juga dalam upacara keagamaan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan zat narkoba tidak lagi terbatas pada keperluan medis atau ritual, melainkan telah menyebar menjadi aktivitas rekreasional yang merugikan.
Peran Kolonialisme dalam Perdagangan Narkoba
Era kolonialisme memainkan peran besar dalam peredaran narkoba. Misalnya, Perusahaan Hindia Timur Belanda membawa opium dari India ke Cina. Perusahaan-perusahaan kolonial Eropa juga memperluas perdagangan opium ke Asia Tenggara.
Periode Perang Narkoba
Abad ke-20 menyaksikan perang narkoba yang semakin memanas. Amerika Serikat, misalnya, memperkenalkan Undang-Undang Larangan Alkohol pada tahun 1920, yang mengakibatkan peredaran alkohol ilegal. Pada 1970-an, Presiden Richard Nixon meluncurkan Perang Narkoba, yang menjadi titik awal bagi upaya keras pemerintah untuk mengendalikan peredaran narkoba.
Perkembangan Penggunaan Narkoba di Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan, penggunaan narkoba terus berkembang di berbagai belahan dunia. Opium menjadi sangat populer di Tiongkok dan Asia lainnya. Pada saat yang sama, alkohol juga menjadi zat yang umum dikonsumsi di Eropa.
Revolusi Industri dan Munculnya Narkotika Modern
Revolution industri membawa dengan itu produksi massal dan distribusi obat-obatan sintetis baru seperti morfin, kokain, dan heroin. Obat-obatan ini awalnya dianggap sebagai obat mujarab untuk meredakan rasa sakit, tetapi kemudian digunakan secara tidak benar untuk tujuan rekreasi.
Sejarah Singkat Feng Shui
Feng Shui adalah konsep kuno yang berasal dari Tiongkok dan telah memiliki sejarah setidaknya selama 3.000 tahun yang lalu dan bahkan konsep ini mungkin telah digunakan sejak 6.000 tahun lalu. Konsep Feng Shui berkaitan dengan tata ruang bangunan dan ruang dan juga penempatan barang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan. Feng Shui sendiri berasal dari kata "Feng" yang dalam bahasa tiongkok berarti 'angin' dan “Shui” yang diartikan sebagai 'air' sehingga jika digabung maka fengshui berarti "jalan angin dan air."
Konsep Feng Shui rumah bermula sejak awal ketika orang ingin memelihara hewan ternak dan bercocok tanam. Konsep Feng Shui awalnya digunakan untuk mengidentifikasi tempat tinggal yang aman di mana keluarga bisa berkembang, mendapat keberuntungan dan juga untuk menemukan tempat pemakaman terbaik untuk kerabat keluarga, tetapi seiring berjalannya waktu, konsep ini digunakan dan menjadi bagian dari seni desain interior pada tata letak dan penataan bangunan rumah modern.
Tips Mengaplikasikan Feng Shui Rumah
Posisi yang teratur adalah salah satu faktor fundamental dalam Feng Shui rumah. Sangat penting bahwa tempat tidur, meja, dan kompor semuanya tertata, karena masing-masing barang ini mewakili aspek penting dalam hidup Anda, misalnya saja tempat tidur mewakili diri Anda, kompor mewakili kekayaan dan sumber daya Anda, dan meja mewakili karier dan jalan hidup Anda.
Untuk mengatur tempat tidur, meja, atau kompor, Anda dapat menemukan lokasi yang tepat ketika saat sedang duduk di meja atau berbaring di tempat tidur atau memasak tetapi dapat melihat pintu tanpa harus berada segaris dengan jalur pintu.
Gagasan di balik posisi ini adalah Anda memiliki pandangan yang baik tentang siapa pun atau apa pun yang mungkin masuk melalui pintu, yang membantu Anda merasa lebih nyaman di tingkat bawah sadar. Ini juga berarti bahwa Anda lebih sadar akan peluang potensial yang mungkin datang ke arah Anda.
Kitab Sutasoma atau Kakawin Sutasoma adalah benda peninggalan sejarah berupa karya sastra yang dikarang oleh Mpu Tantular. Kitab ini ditulis menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno.
Dikutip dari laman resmi Museum Nasional, kitab Sutasoma tercipta di akhir abad ke-14. Kala itu merupakan era keemasan kerajaan Majapahit yang berada di bawah kekuasaan Hayam Wuruk.
Kakawin dalam bahasa Jawa kuno berarti syair. Kitab Sutasoma ditulis ulang di atas daun lontar pada tahun 1851 dengan ukuran 40,5 X 3,5 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut buku Indonesiaku Bhinneka Tunggal Ika yang ditulis Isra Widya Ningsih, dkk siapa penulis ulang kitab tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mengutip dari buku berjudul Pesona & Sisi Kelam Majapahit karangan Sri Wintala Achmad, Kakawin Sutasoma bertuliskan tentang "Mangkang jinatwa kalawan Siwatattwa tunggal bhinneka tunggal ika tan hanadharmma mangrwa".
Kitab ini digubah di bawah naungan Sri Ranamanggala. Gubahan dilakukan pada sekitar tahun 1365-1369 saat pemerintahan Hayam Wuruk.
Gubahan tersebut sangat penting karena memuat ide-ide religius, khususnya tentang agama Buddha Mahayana dan hubungannya dengan agama Siwa.
Adapun situs resmi Balai Arkeologi Provinsi D.I Yogyakarta menyebut kakawin ini memilki keunikan dimana sang penulis mengambil tokoh yang mempunyai latar belakang keturunan Pandawa dan menggantikannya dengan kisah Buddha.
Kitab Sutasoma juga cenderung menyinggung peringatan timbulnya gejala-gejala perseteruan antara keraton barat (Kusumawardhani/Wikramawardhana) dengan keraton timur (Bhre Wirabhumi).
Perseteruan kedua keturunan Hayam Wuruk melahirkan sebuah perang secara bertahap yang dikenal sebagai Perang Paregreg.